Cerita Pendek
Aku dan Tsunami Senja yang tenang turut serta menemani sepasang mata yang tengah menatap benda persegi panjang di depannya. Perlahan matanya mulai terisi bulir-bulir air yang siap meluncur. Begitu mataku berkedip, tes , akhirnya air mata suci itu turun bagaikan hujan. Makin lama menangis makin pula hidungku tersumbat . "Hiks...hiks. Kok meninggal sih pemeran utamanya ?" tanyaku pada drama yang sedang kulihat, tapi sudah pasti tak akan ada yang menjawab. Hingga saat tiba-tiba pintu terbuka tanpa permisi , membuat Aku kelabakan menyusuti bekas tangisan tadi. Ibuku ternyata yang masuk , ia masih berdiri di daun pintu dengan tatapan bingung melihat putrinya menangis. Hingga Ibu berkata , "ckckck, hey Nak, kau menangis lagi karena drama Korea kah ?" tanyanya sembari berdecak dan menggelengkan kepala. Aku yang diberi pertanyaan hanya bisa nyengir kuda tanpa menjawab pertanyaan Ibu , toh Ibu sudah biasa melihatku seperti ini. Hanya saja Aku yang tak biasa dan...