Teks Editorial
Bagaimana
Pembakaran 'Bendera HTI' itu jadi pembakaran 'Bendera Tauhid' ?
HTI
atau Hizbut Tahrir Indonesia pada Juli 2017 lalu , pemerintah memutuskan untuk
membubarkan ormas tersebut karena dinilai bertentangan dengan Pancasila. HTI pun menggugat ke pengadilan Tata Usaha Negara
, namun Hakim menolak gugatan tersebut pada 7 Mei 2018.
Awal mula peristiwa pembakaran bendera terjadi
di alun - alun Limbangan, Garut, pada Senin 22 Oktober 2018 di tengah
peringatan Hari Santri. Kapolda Jawa Barat, Irjen Agung Budi Maryoto, menyebut
pembakaran bendera berjumlah tiga orang, berseragam Barisan Ansor
Serbaguna (Banser).
Merujuk pemeriksaan sejumlah saksi, Polda Jawa
Barat pun menyebut yang dibakar itu merupakan bendera HTI . Sementara itu ,
Menko Polhukam Wiranto menyebut bendera HTI juga terlihat pada peringatan Hari
Santri di kota lain , salah satunya Tasikmalaya. Namun Juru Bicara HTI yang
sudah dibubarkan, Ismail Yusanto, dalam nggahan di akun Twitter miliknya
berkilah, bahwa itu bukan bendera mereka sendiri.
"Saya perlu tegaskan bahwa HTI tidak
memiliki bendera, " tuturnya.
Hizbut Tahrir menyatakan menggunakan 'Bendera
dan panji-panji Rasulullah ' , yakni panji-panji yang disebut Ar Raya berwarna
hitam , dan bendera yang disebut dengan Liwa , berwarna putih. Secara kasat
mata , perbedaan keduanya hanya pada warna. Ar Raya berwarna hitam dengan
tulisan putih, sedangkan Liwa berwarna putih dengan tulisan hitam. Keduanya
bertuliskan aksara Arab yang berbunyi, 'Laillaha illallah, Muhammada rasulullah
'.
"Namun faktanya, dua bendera ini sama-sama
dipakai saat demo, apalagi yang berwarna hitam. " tambah Guntur Romli.
Beberapa Pemprates menyatakan bahwa bendera yang
dibakar tersebut bukan bendera HTI tapi bendera 'Tauhid' milik umat Islam di
seluruh dunia.
Pemerintah meminta masyarakat memberi
kesempatan pada aparat untuk menindak dugaan perbuatan kriminal dalam pembakaran
bendera itu. Diharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh karena
telah mendapatkan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terbaik dwi 👍
BalasHapusmakasih lina
HapusMakasih info nya wi😊
BalasHapusMakasih infonyaaa bermanfaat sekali
BalasHapusGood👍🏻 terimakasih infonya
BalasHapusSaya setuju dengan argumen dwi, lanjutkan berkaryanya wi
BalasHapusBermanfaat wi:))
BalasHapusTau gak wi, tadinya Aku mau bikin editorial ini tapi gak jadi hehe... Alhamdulillah Ada dwi Yang bikin, ini sebagai informasi buat Kita semua sebagai umat Muslim. Terimakasih... Sudah baik Dan terbaik
BalasHapusAlhamdulillah ken. Soalnya topik ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.
HapusSemoga bermanfaat